Wednesday, November 9, 2011

Buruh Telkomsel Akan Melakukan Aksi Mogok

Gerakan buruh di Indonesia terus bergelora dan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kali ini giliran ribuan buruh Telkomsel yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat) berencana melakukan aksi mogok nasional pada Kamis (10/11/2011). Aksi tersebut dilatarbelakangi karena Serikat pekerja menilai, bahwa manajemen Telkomsel telah ingkar janji dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Monday, November 7, 2011

Buruh Freepot Kembali Menurunkan Tuntutannya

Setelah sebelumnya telah menurukan tuntutan kenaikan upah dari US$ 33 per jam menjadi US$ 7,5 per jam, Serikat Pekerja PT Freeport kembali menurunkan tuntutan kenaikan upah pokok menjadi US$ 4 per jam.

Thursday, November 3, 2011

Rakyat Tidak Salah !

Dalam pelajaran ekonomi di sebuah SMP Negeri, seorang guru bernama pak Harto, bertanya pada murid-muridnya.

Pak Harto : “anak-anak, siapa yang bisa menjawab, mengapa bangsa Indonesia butuh investasi asing?”

Seorang anak yang dianggap paling pintar di kelas itu, Bambang, dengan percaya diri mengacungkan tangan dan menjawab :

Bambang : “ saya pak. Indonesia butuh investasi karena kita tidak punya modal, sumber daya manusia yang rendah, dan tidak memiliki teknologi untuk mengolah kekayaan alam kita pak.”

Pak Harto : “benar Bambang, seratus buat kamu”

Wednesday, November 2, 2011

Benarkah Newmont Melobi Freeport?

Meski situasi politik di Papua semakin memanas, namun perjuangan PT Freeport Indonesia untuk menuntut kenaikan upah masih terus berlangsung hingga saat ini. Seperti yang diberitakan di berbagai media massa, perjuangan yang dilakukan oleh buruh PT FI didasari oleh tingkat upah yang sangat rendah. Menurut Serikat Pekerja Freeport Indonesia (SPFI), selama ini hanya mencapai US$ 2,1-US$ 3,5 per jam, padahal jumlah upah buruh Freeport Mcmoran di beberapa Negara lain yang sudah mencapai US$ $ 66,43 per jam pada tahun 2010.

Monday, October 24, 2011

DPR Akan Membatalkan Pembelian Saham Newmont Oleh PIP

Pembelian saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), akan dibatalkan oleh DPR. Hal ini menyusul dikeluarkannya opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan bahwa transaksi pembelian saham sisa divestasi oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) itu terbukti menggunakan dana APBN. Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis, pendapat BPK atas hasil audit pembelian saham Newmont, menyebutkan bahwa ada pelanggaran. Untuk itu, Komisi XI akan menjadwalkan pemanggilan Menkeu dalam waktu secepatnya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More